Adab Agar Doa Dikabulkan
Adab Agar Doa Dikabulkan
Apa-apa yang mesti diperhatikan
dalam pelaksanaan ibadah, baik berupa ketaatan maupun sikap ikhlas, juga
bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa, doa yang mengantarkan mereka pada
petunjuk dan jalan kebaikan. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa.
Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak:
“ثلاثة لا ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والإمام العادل، ودعوة
المظلوم يرفعها الله فوق الغمام وتفتح لها أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجلالي
لأنصرنك ولو بعد حين ” (رواه أحمد والترمذي)
“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang
yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang
teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman:
“Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah
beberapa waktu.” Ahmad dan At Tirmidzi
Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada
Allah swt., sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Hakikat doa
sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Dalam doa ada
makna memuji Allah swt., ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha
Pemurah. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan. Rasulullah saw.
bersabda:
من لم يسأل
الله يغضب عليه
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah
marah padanya.” Beliau juga bersabda:
“أفضل
العبادة الدعاء“.
“Sebaik-baik ibadah adalah doa”
Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw.
bersabda: “Doa adalah ibadah. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian
kepada-Ku, Pasti Aku kabulkan doa kalian.” Rasulullah saw. juga bersabda: “Sesungguhnya
orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. Dan
selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa.”
Dari Salman berkata, Rasulullah saw. bersabda:
(لا يرد القضاء إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر(
“Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali
dengan doa. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau
al-birr.”
Diriwayatkan dari imam Ahmad, Bazzar dan Abu Ya’la
dengan sanad jayyid, dari Abu Said bahwa Nabi saw. bersabda:
عن أبي سعيد
أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا
قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له
في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها”. قالوا: إذا نكثر. قال: “الله أكثر“.
“Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa, dalam
doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim, kecuali Allah pasti
memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal; adakalanya disegerakan doanya
baginya, adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak, dan adakalanya dirinya
dihindarkan dari keburukan.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak
doa?” Rasulullah saw. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa).”
Rasulullah saw. bersabda: “Tiada di atas permukaan
bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah
akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta, atau Allah palingkan darinya
keburukan. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan
silaturahim.” Rasulullah saw. juga bersabda dalam hadits Qudsi, Allah swt.
berfirman:
وقال رسول
الله -صلى الله عليه وسلم-: “إن الله يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا
دعاني“.
“Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku
bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.”
Adab Berdoa
Pertama, Memakan makanan dan memakai
pakaian dari yang halal. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian
mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya
Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan
dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?”
Imam Muslim
Kedua, Hendaknya memilih waktu dan
keadaan yang utama, seperti:
1. tengah malam, Rasulullah saw. bersabda:
: قال صلى الله عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف
الليل الآخر فإن استطعت أن تكون ممن يذكر الله في تلك الساعة فكن“.
“Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya
adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang
berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.”
Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya
bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan
kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.” Imam
Ahmad menambah: “Itu terjadi di setiap malam.”
2. saat sujud. Rasulullah saw. bersabda: “Dan
adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa, niscaya akan
diijabahi doa kalian.”
3. ketika adzan. Rasulullah saw. bersabda: “Ketika
seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka pintu-pintu langit dibuka, dan doa
diistijabah.”
4. antara adzan dan iqamat. Rasulullah saw. bersabda: “Doa
antara adzan dan iqamat mustajab, maka berdoalah.”
5. ketika bertemu musuh. Dari Sahl bin Saad, dari Nabi saw.
bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak; doa
ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang.”
6. ketika hujan turun. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw.
bersabda: “Dan ketika hujan turun.”
7. potongan waktu akhir di hari Jum’at. Rasulullah
saw. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta
kepada Allah sesuatu, kecuali pasti Allah akan memberinya. Maka carilah waktu
itu di akhir waktu bakda shalat Ashar.”
8. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan
saudaranya. Dalam
riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiada
seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu,
kecuali Malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.”
Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang al-akh
bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”
9. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir,
kemudian ketika bangun malam berdoa. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. bersabda: “Tiada
seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci, kemudian ketika ia
bangun di tengah malam, ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan
akhirat, kecuali Allah pasti mengabulkannya.”
Ketiga, Berdoa menghadap kiblat dan
mengangkat doa tangan.
Dari Salman Al-Farisi berkata, Rasulullah saw.
bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu jika
ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepada-Nya, Dia tidak
menerima doanya, nol tanpa hasil.”
Keempat, Dengan suara lirih, tidak keras
dan tidak terlalu pelan.
Rasulullah saw. bersabda: “Wahai manusia,
sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak
ada / gaib.”
Kelima, Tidak melampaui batas dalam
berdoa.
Allah swt. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan
kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). Sesungguhnya Dia
tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Al-A’raf:55. Contoh melampai
batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab, atau doa dalam hal dosa dan
memutus silaturahim dll.
Keenam, Rendah diri dan khusyu’. Allah swt.
berfirman:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan
suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas.” Al-Araf:55.
Allah swt. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90:
“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan
kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya
mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)
perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan
cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”
Ketujuh, Sadar ketika berdoa, yakin akan
dikabulkan dan benar dalam pengharapan.
عن أبى هريرة
قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة
واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه”،
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw.
bersabda: “Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan
doa kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
Imam Ahmad
Rasulullah saw. juga bersabda: “Jika salah satu di
antara kalian berdoa, maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau
berkenan. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta, dan
menunjukkan kebutuhan.”
Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah
seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan),
karena Allah swt. mengabulkan doa makhluk terkutuk, iblis laknatullah alaih.
Allah swt. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri
tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman:
“(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi
tangguh.” Al-Hijr:36-37
Kedelapan, Hendaknya ketika berdoa
memelas, menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali.
Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. jika
berdoa, berdoa tiga kali. Dan ketika meminta, meminta tiga kali. Rasulullah
saw. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta, maka perbanyaklah
atau ulangilah, karena ia sedang meminta kepada Tuhannya.”
Kesembilan, Hendaknya ketika berdoa
dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan
shalawat atas nabi saw.
Kesepuluh, Taubat dan mengembalikan hak
orang yang dizhalimi, menghadap Allah dengan ringan.
Dari Umar bin Khattab ra. berkata: “Sesungguhnya
saya tidak memikul beban ijabah, akan tetapi memikul doa, maka ketika saya
telah berupaya dalam doa, maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya.”
Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa
yang diharamkan Allah swt. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih.”
Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya
Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. Sesungguhnya
Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar, melihat, main-main,
sendau-gurau, kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan
hati.”
Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah
pada hari di mana kamu merasa senang. Karena boleh jadi Allah mengabulkan
permintaanmu di saat susah.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam
berdoa, karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu, ia yang akan masuk.”
Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman,
tidak akan selamat pada zaman itu, kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti
orang yang akan tenggelam.”
Menghindari kesalahan dalam berdoa
Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim
masih terus berlangsung, padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. Di
antaranya adalah:
Pertama,
Berdoa untuk keburukan keluarga, harta dan jiwa.
Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah
kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian, dan jangan berdoa untuk keburukan
anak-anak kalian. Jangan berdoa bagi keburukan harta-harta kalian. Janganlah
kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah, padahal doa
kalian membawa keburukan bagi kalian.” Imam Muslim
Kedua,
Terlalu keras dalam berdoa. Allah berfirman:
“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.
Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama
yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan
janganlah pula merendahkannya. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”
Al-Isra’:110
Ketiga,
Melampau batas. Seperti berdoa agar disegerakan adzab, doa dengan
dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim.
Keempat,
Berdoa dengan pengecualian. Contoh: “Ya Allah, ampuni saya jika Engkau berkenan.”
Kelima,
Tergesa-gesa. Dari Abu
Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian,
jika tidak tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak
diijabahi?” Imam Bukhari
Demikian, uraian singkat tentang keutamaan doa di
bulan Ramadhan, adab berdoa, waktu-waktu yang istijabah, dan hal-hal yang harus
dihindari ketika berdoa. Semoga kesungguhan doa kita, terutama di bulan suci
ini didengar Allah swt., Amin. Allahu a’lam.
Adab Agar Doa Dikabulkan
Reviewed by muhammad ajib
on
20.42
Rating:
Tidak ada komentar: